Mengenal stunting, penyebab, ciri-ciri, dampaknya pada tumbuh kembang anak, serta inovasi makanan bergizi berbasis potensi lokal: Dimsum Kelor Lele.
Inovasi Pangan Lokal
Olahan bergizi yang memanfaatkan ikan lele sebagai sumber protein hewani dan daun kelor sebagai sumber zat besi untuk mendukung pencegahan stunting.
Takaran
30 pcs
Kukus
15 menit
Fokus
Gizi Seimbang
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan tinggi badan lebih pendek dari standar usianya.
Namun, tubuh pendek belum tentu stunting. Anak yang mengalami stunting tidak hanya berdampak pada ukuran tubuh, tetapi juga berisiko mengalami perkembangan otak yang tidak optimal.
Fokus
Periode emas pertumbuhan anak yang membutuhkan kecukupan gizi sejak awal kehidupan.
Dampak
Stunting dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, fokus, memori belajar, dan perkembangan motorik.
Pencegahan
Pemenuhan asupan gizi ibu dan anak menjadi kunci penting dalam pencegahan stunting.
Solusi Lokal
Pemanfaatan pangan lokal bergizi sebagai alternatif makanan sehat yang terjangkau.
Asupan gizi ibu dan anak yang tidak tercukupi
Status kesehatan balita
Ketahanan pangan keluarga
Lingkungan sosial dan ekonomi keluarga
Kesehatan lingkungan dan sanitasi
Infeksi pada ibu, anemia, hipertensi, paparan asap rokok, dan akses layanan kesehatan yang rendah
Mengenali ciri-ciri stunting membantu keluarga dan pendamping melakukan langkah pencegahan serta pemeriksaan lebih awal.
Pertumbuhan melambat
Wajah tampak lebih muda dari anak seusianya
Pertumbuhan gigi terlambat
Performa buruk pada kemampuan fokus dan memori belajar
Berat badan tidak naik, bahkan cenderung turun
Anak mudah terserang penyakit infeksi
Kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan fisik anak. Kondisi ini juga dapat berdampak pada perkembangan saraf, fungsi kognitif, motorik, serta meningkatkan kerentanan terhadap penyakit.
Inovasi diversifikasi pangan Dimsum Kelor Lele hadir sebagai makanan bergizi yang memanfaatkan potensi lokal dengan harga yang lebih terjangkau.
Ikan lele menjadi sumber protein hewani, sedangkan daun kelor menjadi sumber zat besi. Inovasi ini juga dapat mendukung kemandirian pangan lokal dan ekonomi masyarakat.
Kenapa Dimsum?
Dimsum digemari banyak kalangan, praktis disajikan, serta dapat dikombinasikan dengan bahan lokal bergizi. Dalam dokumen, dimsum dijelaskan sebagai produk makanan yang populer dan memiliki syarat mutu minimal 30% sumber protein seperti ikan, udang, atau ayam.
Per 100 gram
Per 100 gram
Takaran untuk 30 pcs dimsum. Resep ini memanfaatkan ikan lele, daun kelor, dan bahan sederhana yang mudah ditemukan.
Potong dadu daging lele, masukkan ke wadah marinasi, lalu tambahkan garam, jahe parut, dan saos tiram.
Haluskan bawang merah dan bawang putih, iris tipis daun bawang, serta parut halus wortel.
Giling daging lele yang sudah dimarinasi menggunakan food chopper, lalu campurkan wortel, bumbu halus, daun bawang, telur, gula, dan garam.
Tambahkan tepung terigu, tepung tapioka, dan bubuk kelor. Aduk hingga rata dan koreksi rasa.
Siapkan kulit dimsum, ambil adonan secukupnya, lalu letakkan di atas kulit dimsum.
Taburkan parutan wortel di atas dimsum.
Kukus menggunakan steamer selama 15 menit dan pastikan uap air tidak menetes ke adonan.
Jika sudah matang, angkat dan sajikan.
Dokumentasi implementasi inovasi pencegahan stunting di berbagai wilayah Jawa Tengah.