Logo Senandung Asa
Senandung Asa
Meaningful Youth Participation

Remaja Punya Suara, Emang Bisa?

Ruang partisipasi remaja untuk menyampaikan aspirasi, pemikiran kritis, dan gagasan dalam mendorong kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda.

Voice for the Voiceless

Suara Remaja
Berarti

Partisipasi remaja bukan hanya hadir dalam forum, tetapi ikut berpikir, merencanakan, menyampaikan aspirasi, dan mendorong perubahan.

Usia MYP

10–24

Fokus

Aspirasi

Senandung Asa

Ruang Partisipasi

Mengenal MYP

Apa Itu Meaningful Youth Participation?

Meaningful Youth Participation atau partisipasi remaja yang bermakna adalah keterlibatan aktif remaja dan pemuda usia 10 sampai 24 tahun dalam proses pengembangan serta implementasi kebijakan, program, dan layanan yang berpengaruh pada kehidupannya.

MYP tidak hanya dilihat dari seberapa banyak remaja dilibatkan, tetapi juga dari kualitas partisipasinya. Remaja membutuhkan pengetahuan dan kompetensi agar bisa terlibat secara efektif.

Partisipasi

Aktif

Remaja ikut menyampaikan gagasan, aspirasi, dan pemikiran kritis.

Peran

Bermakna

Remaja diberi kesempatan untuk terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Dampak

Kebijakan

Aspirasi remaja dapat mendorong kebijakan dan program yang lebih sesuai kebutuhan.

Kualitas

Kompetensi

Partisipasi efektif perlu didukung pengetahuan, ruang aman, dan pendampingan.

Kenapa Remaja Dilibatkan?

Remaja Bukan Hanya Objek, tetapi Subjek Perubahan

1

Alasan Demografi

Pada masa Bonus Demografi 2035–2050, penduduk usia produktif termasuk remaja diproyeksikan mencapai hampir 70%.

2

Membangun Efektivitas Program

Remaja memahami langsung masalah yang mereka hadapi, sehingga pelibatan mereka membuat program lebih tepat sasaran.

3

Membangun Lingkungan Positif

Kemitraan remaja dan orang dewasa dapat menumbuhkan sikap saling menghargai, tanggung jawab sosial, dan kontribusi pembangunan.

Permasalahan

Tantangan Partisipasi Remaja

Walaupun banyak remaja ingin terlibat, masih ada berbagai tantangan seperti minimnya wadah, hambatan sosial, rendahnya literasi politik, serta risiko penggunaan ruang digital.

1

Partisipasi remaja masih dianggap sebagai konsep yang asing.

2

95% remaja ingin berpartisipasi, tetapi hanya 40% mengetahui wadah partisipasi remaja.

3

Pemuda masih menghadapi hambatan struktural dan sosial untuk berpartisipasi penuh.

4

Remaja mendominasi DPT Pemilu 2024, tetapi banyak yang masih minim literasi politik.

5

Akses digital membuka ruang partisipasi, tetapi juga membawa risiko hoaks, bullying, dan tekanan sosial.

Aksi Duta Genre

Senandung Asa sebagai Ruang Partisipasi Remaja

Duta Genre hadir sebagai akselerator dan penghubung antara suara remaja dengan pemangku kebijakan.

1

Audiensi Aspirasi Remaja Kabupaten Tegal

Kabupaten Tegal menjadi pilot project Senandung Asa. Sebanyak 75% aspirasi remaja telah disampaikan kepada Bupati Kabupaten Tegal dan Ketua TP PKK Kabupaten Tegal.

2

Audiensi Bersama BKKBN Jawa Tengah

Duta dan Forum Genre Jawa Tengah menyampaikan kondisi remaja dan permohonan dukungan sebagai Rumah Generasi Berencana Provinsi Jawa Tengah.

3

Audiensi dengan berbagai mitra sebagai penguatan Kolaborasi Pentahelix

Penguatan Partisipasi Anak Muda yang Bermakna sebagai ruang partisipatif mitra hingga tingkat nasional, termasuk juga dengan Kepala Daerah se- Jawa Tengah dengan hasil Policy Brief yang ada.

Kolaborasi & Pengakuan

Jejak Kolaborasi Bersama Pemangku Kepentingan

Dokumentasi audiensi, kolaborasi, dan dukungan dari berbagai pihak dalam pengembangan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kolaborasi Pemerintah
Kolaborasi Stakeholder
Layanan Pengaduan dan Aspirasi

Yuk Berdampak, Suarakan Aspirasimu!

Buat kamu remaja di Jawa Tengah, sampaikan aspirasi atau pengaduanmu untuk membangun Jawa Tengah yang lebih baik. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan masukan dalam mendukung pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda.

Kami berkomitmen menjaga kerahasiaan data. Nama dapat diisi menggunakan inisial apabila tidak ingin menampilkan identitas pribadi.